Tabrak Aturan Jaga Jarak, Pekerja Seks di Singapura Didenda Rp 70 Juta

Tabrak Aturan Jaga Jarak, Pekerja Seks di Singapura Didenda Rp 70 Juta

–>

Suara. com – Seorang pekerja seks di Singapura berwarga negara Cgina melanggar adat jaga jarak yang aman dengan membiarkan seseorang memasuki rumahnya semasa periode penguncian.

Perempuan bernama Cheng Fengzhao itu adalah seorang pelayan dalam sebuah restoran yang namanya tak disebutkan dalam dokumen pengadilan, tetapi ia tidak bisa bekerja kelanjutan pandemi Covid-19.

Dia didenda sekitar 7 ribu dolar atau sekitar Rp 71 juta setelah mengaku bersalah atas pelanggaran yang dilakukannya.

Sebelumnya, Cheng bahkan membayar biaya bulanan pada beberapa orang tak dikenal buat membantunya mengiklankan layanan seksual pada berbagai situs web.

Dilansir dari AsiaOne, Cheng tinggal di sebuah apartemen kondominium di Jalan Kemaman depan Balestier Road, Singapura, dan menutup sewa kepada pria tak dikenal setiap 10 hari.

Ketika polisi menyelenggarakan penggerebekan di rumahnya pada 5 Mei sekitar pukul 3 sore, petugas melihat pelanggan tetap Cheng, seorang pria berusia 51 tahun, memasuki unitnya.

Pria itu, yang namanya tidak disebutkan dalam dokumen pengadilan, keluar sekitar satu jam lalu ketika polisi mengidentifikasi diri.

Wakil Jaksa Penuntut Umum Lee Ti-Ting mengucapkan bahwa petugas mencari unit tersebut dan menemukan pekerja seks asing di sana.

DPP juga memberi cakap Hakim Distrik Senior Bala Reddy bahwa sebelum kunjungan pelanggan, Cheng telah meminta agar pria tersebut mengunjunginya hari itu dan meminta 100 dolar untuk jasanya.

Cheng memohon hukuman ringan dan mengatakan pada pengadilan bahwa dia tidak mempunyai pilihan lain untuk mencari nafkah.

Kala ditanya mengapa dia tidak hidup sebagai pelayan di Singapura, dia menjawab bahwa tidak ada order itu tersedia ketika dia tiba di Singapura. Tidak disebutkan apakah pelanggan jasa seksnya akan dibawa ke pengadilan.