Suami Pasang Tarif Rp34 Ribu buat Potong Kubis, Wanita Ini Sokong Pembalasan

Suara. com – Para suami harus berhati-hati era ingin menantang para istri. Pasalnya, para istri bisa jadi bertambah cerdik dalam hal menantang pasangan seperti kisah satu ini.

Seorang perempuan asal Malaysia, Julia Thulasi, membagikan cerita di sebuah grup Facebook saat dirinya meminta suami buat membantu memasak. Ia bercerita zaman itu suaminya tengah libur berfungsi.

Julia menodong suami untuk memotong kubis. Setelah selesai memotong kubis, rupanya si suami meninggalkan catatan kecil.

Catatan itu ditinggalkan tepat di depan piring kubis. Rupanya catatan itu ialah tarif yang dikenakan atas jasa pemotongan kubis. Pria ini mematok RM10 atau sekitar Rp34 ribu pada istrinya untuk kubis dengan telah dipotong.

Membaca Juga: Definisi Suami Setia, Tips Andhika Pratama Hindari Selingkuh Dibahas Lagi

Selain itu pria ini juga meminta jasanya dibayar tunai dan tidak menerima transfer. Membaca catatan yang ditinggalkan suami, Julia pasrah saja walaupun ia tahu itu hanya candaan belaka.

Catatan peninggalan pedusi untuk suami (Facebook Julia Thulasi)

Namun tetap saja ia tak kehabisan akal dan membiarkan hal ini. Julia akhirnya melakukan hal serupa buat membalas sang suami.

Setelah masakan dengan ia buat jadi, Julia pun meninggalkan catatan di depan piring saji. “Tuan suami, RM15. Tukar dulu sebelum makan. No hutang, ” tulis Julia di selembar kertas.

Giliran Julia yang mematok harga sasaran sebesar RM15 atau sekitar Rp51 ribu. “Nggak akan saya sedia kasih dia makanan gratis. Maka saya kasih catatan itu ke dia. Hahaha, ” ujar Julia.

Julia berkata sang suami hanya mengangguk dan terdiam saat membaca pesan ini.

Baca Serupa: Video Istri Labrak Suami sama Selingkuhannya di Zona Viral, Warganet Geram

Unggahan Julia menarik banyak perhatian warganet. Mematok Kamis (4/2/2021), cerita ini sudah viral serta mendapatkan lebih lantaran 14 ribu likes dari warganet.

Penuh warganet yang menganggap cara bercumbu-cumbu mereka menggemaskan. Warganet lainnya biar mendeklarasikan bahwa wanita tak sudah kalah dan selalu mempunyai pendapat untuk melakukan pembalasan.