Pelatihan Bisnis Digital Untuk Saudara Tuli Akan Dibuka Oktober Mendatang

Suara. com – Menurut Data Kementrian Ketenagakerjaan, jumlah pengangguran terkuak kelompok difabel Indonesia menyentuh 247. 000 orang ataupun sebanyak 3 persen dibanding total tingkat pengangguran pada Indonesia pada 2020. Sejak data tersebut, terlihat bahwa kelompok difabel membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak agar dapat berdaya & bersaing.

Pelatihan bisnis digital untuk komunitas teman tuli akan berlangsung Oktober kelak di Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo.

Melalui pelatihan bisnis digital ini, Shopee yang berjalan sama dengan Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Surakarta, ingin merangkul lebih banyak komunitas yang bervariatif dan inklusi untuk terkebat di dalam pelatihan.

“Setelah melihat antusiasme masyarakat dan komunitas yang hadir pada kampus UMKM Ekspor Solo, kami berpikir untuk merangkul berbagai kalangan karena memang rasanya tidak adil masa kampus ini hanya dibuka untuk beberapa kalangan saja, ” demikian dikatakan Head of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, saat konferensi pers virtual dalam Kamis (23/9/2021), seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: Buka Bisnis Hangat, Handika Pratama Berniat Tolong Masyarakat

Pelatihan usaha digital ini merupakan jalan awal agar lebih banyak teman tuli yang sanggup mempelajari konsep bisnis & mengaplikasikan pengetahuan tersebut sehingga mandiri secara ekonomi.

Kampus UMKM Shopee Ekspor Tunggal sendiri merupakan pusat edukasi bisnis digital dari desa sampai hilir yang dibuka secara gratis untuk seluruh kalangan. Kampus ini memiliki berbagai macam fasilitas penunjang, seperti ruang kelas, bagian pemotretan produk, simulasi gudang (werehouse), hingga video streaming untuk mendukung UMKM yang berkualitas.

Kurikulum yang bakal didapatkan teman-teman tuli selalu telah dirancang dan disesuaikan sedemikian rupa, termasuk mau didampingi oleh juru bahasa isyarat.

Dengan umum, teman-teman tuli hendak mendapatkan beberapa pelajaran, tiba dari pengenalan tentang pemandangan dan konsep bisnis online di e-commerce, mengenal ilmu jiwa pembeli sebelum berjualan, jalan penggunaan aplikasi Shopee dan fitur pendukung penjualan, hingga pengenalan tentang komunitas pedagang.

“Melalui sejumlah pelatihan yang akan diikuti teman tuli, kami berharap kaum difabel tidak hanya pasif menjadi konsumen namun terlibat di dalam proses bisnis dan menyelundup ke dalam lini produksi, distribusi, bahkan pemasaran, ” ujar Radynal.

Baca Juga: 5 Cara Optimalkan SEO untuk Bantu Pemasaran Bisnis Online Anda

Ketua DPC Gerkatin Kota Surakarta, Galih Saputro, mengungkapkan pada masa pandemi teman-teman tuli menghadapi berbagai kesulitan, seperti pengangguran dan PHK. Masalah-masalah tersebut, tambah Galih, harus diselesaikan dan dicari solusinya.