Pati Tumpahan Minyak di Laut, Awak Mauritius Sumbangkan Rambut

Pati Tumpahan Minyak di Laut, Awak Mauritius Sumbangkan Rambut

–>

Suara. com semrawut Tumpahan minyak dari kapal MV Wakashio membuat perairan di sekitar Mauritius tercemar. Awak pun berbondong-bondong menyumbangkan rambut mereka. Buat apa?

Dilansir ANTARA, Romina Tello (30) pemilik agen wisata santun lingkungan, Mauritius Conscious, menghabiskan periode sepanjang akhir pekan, untuk membersihkan cairan hitam minyak di areal rawa-rawa yang ditumbuhi tanaman bakau di pantai. Ia mengatakan masyarakat setempat membuat balok-balok apung perlu menyerap minyak di laut & menghalangi cairan itu memasuki segara dekat dermaga dan sungai.

Balok-balok apung itu dibuat dari daun tebu, botol plastik, dan rambut yang secara sukarela diberikan oleh masyarakat setempat.

“Rambut dapat menyerap minyak, sementara cairan tidak dapat berbuat demikian. Banyak pihak mengajak masyarakat setempat untuk menyumbangkan rambut mereka, ” sekapur Tello saat dihubungi via telepon.

Kaum video di media sosial menunjukkan warga setempat bergotong royong me daun dan rambut menjadi jaring-jaring sebelum alat itu dilarung ke permukaan laut. Jaring-jaring itu bisa menjaga aliran minyak sehingga mampu dihisap dengan selang.

Pusat-pusat penyelaman, nelayan, dan warga lainnya turun ke pantai untuk menyelamatkan laut sejak pencemaran minyak. Beberapa dari mereka mengirim makanan seperti roti bungkus, menyediakan penginapan untuk para relawan, dan potongan harga bagi mereka yang bersedia menyumbangkan rambutnya, sah Tello.

Minyak yang bocor dari pesawat MV Wakashio mencemari Blue Bay Marine Park, taman laut yang terkenal dengan aneka koralnya & ragam jenis ikan.

“(Aksi masyarakat, red) itu sungguh menyentuh, tiap orang mengabulkan apapun yang mereka bisa. Awak sungguh terpukul melihat pencemaran ini, ” kata Tello.

Pariwisata merupakan sumber pendapatan utama Mauritius. Pendapatan daripada sektor itu pada tahun berarakan mencapai 63 miliar rupee (sekitar Rp 23, 42 triliun).

“Kami menodong maaf sebesar-besarnya karena masalah dengan kami buat, ” kata Pemangku Presiden Mitsui OSK Lines, Akihiko Ono, di hadapan para pengikut media di Tokyo, Minggu (9/8).