Pahami Kebutuhan Tubuh, Ini Pertimbangan Bad Food dan Good Food

Suara. com kacau Banyak dari kita makan apa beta yang tersedia atau bahkan makan apa saja yang kita inginkan. Padahal, tak semua makanan cocok untuk kebutuhan kita.

Dikatakan sebab AIFO Nutrisionis dan Pembimbing Poltekkes Kemenkes Jakarta II, Retno Ayu Widyastuti, tersedia yang namanya Bad Food dan Good Food.

Bad Food menunjuk pada jenis-jenis makanan dengan kurang sehat dan minim nurtrisi. Sementara Good Food adalah makanan kaya gizi.

Berikut ini adalah penjelasan lebih lengkap mengenai barang apa itu Good Food dan Bad Food.

Baca Juga: Makan Sehat serta Cegah Diabetes dengan Menggunakan Nasi Jagung

Ilustrasi junk food (Unsplash/Nathan Dumlo)

Bad Food
Kata Retno, Bad Food identik dengan makanan yang kurang bugar seperti makanan yang menyimpan tinggi gula, makanan yang digoreng, dibuat dari serbuk, cepat saji, jeroan, serta sebagainya.

“Kita selalu mengindahkan Bad Food identik dengan makanan yang kurang sehat, yang di mana jika kita makan, kita merasakan bersalah, malu, dan ngerasa dietnya gagal, ” ungkapnya dalam acara Improving Your Eating Habits For A Healthier Life, Minggu (29/8/2021).

Good Food
Berbeda dari Bad Food, Good Food merupakan makanan yang identik menyimpan tinggi gizi dan nutrisi serta baik untuk kesehatan. Mulai dari makanan yang mengandung vitamin C, protein, dan mikronutrien lainnya dengan baik untuk tubuh.

Sketsa Makanan Sehat.

“Jadi ini sebangun dengan makanan yang segar, dan kalau kita penggunaan merasa kalau ‘Gue udah paling sehat nih dengan makan dengan seperti ini’ , ” ungkapnya.

Adapun makanan sehat yang bisa dikonsumsi ialah sayur-sayuran, buah-buahan, telur, susu, nasi merah, dan sebagainya.

Mengaji Juga: 5 “Superfood” yang Dianjurkan buat Pasien Covid-19 Saat Medium Isoman

Kesimpulan
Walau tersedia perbedaan antara makanan Bad Food yang kurang sehat dan Good Food dengan sehat, ia menegaskan bahwa tidak ada makanan yang jelek dan bagus.