Menumpukan Dibungkam Orang Tuanya, Remaja 15 Tahun Ini Mengaku Anti-Trump

Menumpukan Dibungkam Orang Tuanya, Remaja 15 Tahun Ini Mengaku Anti-Trump

–>

Suara. com – Sosok Claudia Conway belakangan pusat ramai dibicarakan. Pasalnya, Claudia Conway mengaku sebagai anti-Trump meski ibunya bekerja sebagai penasihat Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dilansir laman Teen Vogue , Claudia Conway sempat menjadi viral setelah mengunggah sederet video TikTok yang beraroma anti-Trump.

Lewat videonya, Claudia telah meminta agar orang-orang meninggalkan review kartika satu di restoran, hotel, tenggat lapangan golf milik Donald Trump.

Selain itu, Claudia Conway banyak membalas pertanyaan pengikutnya soal perbedaan pandangan politik dengan orang tuanya.

Claudia diketahui juga ikut mendukung gerakan Black Lives Matter hingga meminta kesamarataan untuk kasus Breonna Taylor, yang menjadi korban kekerasan polisi.

Claudia Conway, Remaja yang Mengiakan Anti Trump (twitter. com/TaylorLorenz)

Sayangnya, aksi Claudia Conway ini tidak mendapat respons baik dari sang ibu, Kellyanne Conway. Kellyanne diketahui merupakan advokat Presiden Donald Trump.

Sementara, ayahnya, George Conway, yang bekerja sebagai pengacara, juga telah meminta media untuk tidak menghubungi anaknya.

Menanggapi hal tersebut, Claudia menolak tinggal diam. Gadis 15 tahun ini membalas pernyataan orang tuanya dengan serangkaian cuitan pada media sosial.

“Kalian hanya marah karena suaraku akhirnya didengar. Maaf pernikahan kalian gagal, ” cuit Claudia Conway.

“Aku sudah malas dengan orang tuaku yang mencoba membungkamku, ” tambah Claudia dalam cuitan lain.

Selain itu, Claudia juga mengiakan bahwa ibunya telah meminta dia menghapus akun media sosial. Namun, Claudia menolak dan menegaskan bahwa dia enggan disamakan dengan karakter tuanya.

Claudia Conway, Remaja yang Mengaku Anti Trump (twitter. com/TaylorLorenz)

“Sedikit pengumuman bahwa namaku bukan ‘putri Kellyanne Conway’ atau ‘putri George Conway’. Namaku Claudia: tidak lebih, tidak kurang @ jalan! ” tulis Claudia kepada para jurnalis.

Remaja 15 tahun ini juga mendapat dukungan daripada warganet karena berani menyuarakan pandangan politiknya yang anti-Trump.

Namun, Claudia serupa menegaskan bahwa dia tidak memburukkan ibunya dan pekerjaannya. Sebaliknya, Claudia hanya ingin mengedukasi dan membuat opininya sendiri soal politik.

“Mereka ialah orang-orang yang paling dermawan, menyesatkan teredukasi yang pernah ku temui, ” ungkap Claudia soal orang tuanya.

“Aku membenarkan kebodohan muncul dari kurangnya edukasi dan pengetahuan, ” tambahnya. “Dan aku percaya pengetahuan adalah kekuatan. ”