Kemen PPPA Dukung Pengesahan RUU PKS, Minta Masyarakat Ikut Mendukung

Suara. com – Pemerintah melalui Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengiakan mendukung pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual nama lain RUU PKS.

Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengatakan pentingnya sinergi seluruh pihak, termasuk keterlibatan Pusat Studi Wanita/Gender dan Anak di seluruh perguruan tinggi Indonesia, untuk mewujudkan kesetaraan gender & mempercepat penurunan kekerasan kepada perempuan dan anak dengan mendukung pengesahan RUU PKS.

“Kami meminta seluruh pihak untuk turut mengadvokasi, mengedukasi, menarasikan & membangun persepsi yang benar di masyarakat mengenai isi RUU PKS sehingga RUU ini mendapatkan dukungan lantaran segala lapisan masyarakat serta dapat segera disahkan. Itu penting dalam mempercepat penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, ” kata Menteri Bintang melalui dalam pancaran pers.

Hal itu dikatakannya saat membuka acara Rakornas dan Deklarasi Dukungan Aliansi Pusat Studi Wanita/ Seks dan Anak Indonesia (ASWGI) terhadap Kebijakan Pengarusutamaan Kesetaraan, Keadilan Gender dan Pelestarian Anak.

Baca Juga: Kekerasan Seksual Meningkat, Nasdem: RUU PKS Perlu Diprioritaskan

Menteri Bintang menguatkan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan menurunkan kekerasan terhadap perempuan.

“Kita harus bersatu, berjuang melalaikan disiplin kolektif dan gotong royong untuk melawan pandemi ini. Mari bergerak bersama-sama memberikan sumbangsih nyata untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak demi Indonesia maju, ” pesan Menteri Kartika.

Pandemi COVID-19 berdampak murni bagi perempuan dan budak yang memiliki kerentanan ganda, terutama mereka yang bermula dari keluarga prasejahtera, penyandang disabilitas dan penyintas kebengisan.

Berbagai permasalahan yang ditimbulkan COVID-19 betul berkaitan dengan lima rencana prioritas Kemen PPPA yaitu peningkatan pemberdayaan perempuan di dalam kewirausahaan yang berperspektif gender, peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/ pengasuhan anak, penurunan kekerasan kepada perempuan dan anak, kemerosotan pekerja anak dan pencegahan perkawinan anak. [ANTARA]

Baca Juga: Tersangka Kasus SMA SPI Tak Kunjung Ditahan, Warganet: Predator Anak Kok Masih Berkeliaran