Agar Mapan Finansial, Tinggalkan 7 Kultur Buruk Ini di Usia 30 tahun

Agar Mapan Finansial, Tinggalkan 7 Kultur Buruk Ini di Usia 30 tahun

–>

Suara. com – Psikolog menyebut usia 30 tarikh sebagai orang dewasa muda. Idealnya, di usia ini, Anda telah mapan finansial. Tapi faktanya, tidak sedikit mereka di usia 30 tahun yang belum mencapai suasana mapan finansial.

Di mana salahnya? Itu semua tentang kebiasaan keuangan dengan berbahaya, yang tidak memungkinkan Anda untuk mencapai kesuksesan.

Dilansir dari laman Bright Side, para ahli keuangan membedah kebiasaan buruk apa sekadar yang harus Anda tinggalkan di usia 30 tahun agar permanen finansial tak sekadar mimpi.

satu. Melakukan terapi belanja

Bagi banyak orang, belanja ibarat terapi untuk memperbaiki suasana hati. Padahal, ini adalah kebiasaan yang bisa berdampak buruk pada kondisi finansial Anda.

Menurut pengkajian yang dilakukan oleh Slickdeals, konsumen Amerika melakukan setidaknya 3 kala pembelian dalam seminggu yang tidak direncanakan, dan ini mempengaruhi status finansial mereka.

Pakar keuangan telah meneliti dan menjelaskan mengapa terapi belanja adalah ide yang buruk. Tersebut karena Anda berisiko membeli penuh barang yang sesungguhnya tidak diperlukan.

Untuk memperbaiki suasana hati, bersenang-senang sesungguhnya mampu dilakukan dengan gratis. Misalnya jalan-jalan dengan teman, piknik, atau berolahraga di udara terbuka. Ini semua dapat meningkatkan suasana hati Anda seperti halnya berbelanja. Dan hal-hal ini jauh lebih aman untuk Anda secara finansial.

2. Memandang kartu kredit sebagai uang pribadi

Kartu kredit bukan sumber perolehan, ini adalah sesuatu yang banyak orang lupakan. Jika Anda memperlakukan kartu kredit sebagai uang pribadi, barangkali lebih baik Anda berhenti menggunakannya sama sekali. Limit kredit dengan tinggi pada kartu kredit Kamu sering menciptakan ilusi bahwa Anda memiliki uang yang dapat Anda belanjakan.

3. Suka pergi liburan dadakan

Liburan yang tidak direncanakan bisa menjadi masalah besar bagi kondisi finansial Anda, karena harga tiket dan hotel bisa jauh lebih mahal. Ingat, ada waktu-waktu tertentu dalam setahun yang memengaruhi biaya penerbangan, juga hari-hari terbatas dalam seminggu.

Hari Selasa dan Rabu adalah hari termurah untuk berjalan. Sedangkan hari terburuk untuk bepergian adalah hari Minggu di kamar Juli dan Desember – harganya bisa sangat tinggi.

4. Tak pernah menawar

Di Indonesia dan beberapa negara lainnya di kawasan Timur, masyarakatnya memiliki tradisi hebat dalam hal jual beli, di mana penjual dan pembeli sangat sering tawar-menawar. Ini adalah semacam seni dan keterampilan yang hebat untuk orang-orang yang suka menghemat uang.

Anda dapat menawar di mana selalu – bahkan saat membeli kondominium, furnitur, atau bahkan perangkat audio. Selalu ada peluang untuk mendapatkan diskon jika Anda bisa membicarakan harganya. Jangan kehilangan kesempatan buat menghemat uang. Terkadang, yang dibutuhkan hanyalah meminta diskon untuk mendapatkannya.

5. Menghabiskan uang untuk cerutu dan alkohol

Merokok, minum alkohol, dan makanan cepat saji tak hanya buruk bagi kesehatan Kamu, tetapi juga untuk situasi keuangan Anda. Pakar keuangan menghitung kalau rata-rata warga negara AS menghabiskan sekitar 5. 000 dolar atau Rp 76 juta per tahun untuk hal-hal ini. Tentu sekadar, makanan cepat saji membantu Kamu menghemat waktu, tetapi itu membatalkan bagi kesehatan Anda dan harganya jauh lebih mahal daripada memasak sendiri.

6. Membeli mode yang tidak sesuai dengan gaya Kamu

Sepatu berwarna ngejreng yang Anda beli dan hanya dipakai kurang kali, atau tas tangan istimewa trendi yang pada akhirnya hanya tergeletak berdebu di pojok lemari, cepat atau lambat akan menghancurkan keseimbangan finansial Anda.

Hindari membeli iten fesyen atau mode apapun dengan tidak sesuai dengan diri Kamu. Tak perlu memaksakan diri turutan tren kalau memang Anda merasa tidak sesuai dengannya.

7. Beli model dari kafe setiap pagi

Ilmuwan Inggris menghitung bahwa rata-rata pegawai kantor menghabiskan 510 dolar ataupun Rp 7, 7 juta setahun untuk membeli kopi. Tentu saja, harga secangkir kopi berbeda antar kota atau negara. Tetapi utama hal yang pasti, banyak kekayaan dihabiskan untuk kopi. Minumlah salinan buatan sendiri saat Anda hidup. Ini akan menghemat banyak kekayaan.