4 Rangkaian Hari Raya Nyepi, Simak Sekilas Uraiannya

Perkataan. com – Hari raya Nyepi 14 Maret 2021 yang hendak dirayakan beberapa hari sedang ternyata memiliki rentetan kirab yang harus dilaksanakan pada keseluruhan ritualnya. Apa sekadar rangkaian hari raya Nyepi?

Meski memang yang lebih terkenal adalah perayaan besar yang dilakukan dengan berdiam diri di rumah & melaksanakan beberapa pantangan, namun rangkaian hari raya Nyepi juga ternyata tak kalah menarik untuk dikulik. Beserta proses dan rangkaian hari raya Nyepi yang dikerjakan umat Hindu di Nusantara.

Upacara Melasti

Upacara ini dilakukan dengan sembahyang di area laut atau pantai. Tujuannya adalah untuk menyucikan diri sebelum melaksanakan larangan dalam hari raya Nyepi nanti. Persembahyanagan yang dikerjakan di laut ditujukan untuk melebur pikiran negatif serta aura buruk yang sedang menempel.

Baca Juga: Ogoh-ogoh: Asal Usul, Fakta, dan Maknanya

Sesudah melakukan persembahyangan, umat Hindu akan mendapatkan air suci yang disebut dengan Ngamet Tirta Amerta, yang dipercaya sebagai air kehidupan. Upacara ini sendiri juga bisa dilaksanakan di danau ataupun mata air.

Umat Hindu melaksanakan ritus Melasti menjelang Hari Umum Nyepi Tahun Saka 1940 di Pantai Purnama, Gianyar, Bali, Rabu (14/3).

Mecaru

Kegiatan yang sangat identik dengan festival ogoh-ogoh ini dilaksanakan sehari sebelum Nyepi. Pawai ogoh-ogoh tersebut diakhiri dengan membakar atau menghanyutkan ogoh-ogoh ke bahar sebagai bentuk pemurnian muncul dan melepaskan sifat serta hal buruk yang masih menempel.

Walaupun demikian, pawai ini tak akan diadakan untuk tahun 2021 karena situasi pandemi yang masih melanda Indonesia. Pemerintah daerah kemudian menghimbau masyarakat untuk    melaksanakan peleburan simbolis di sendi masing-masing untuk menghindari pesta.

Perayaan Hari Nyepi

Baca Juga: 2 Aturan Terbaru Perjalanan Kereta untuk Libur 11 dan 14 Maret 2021

Pada Minggu, 14 Maret 2021 mendatang, baru hari raya Nyepi dirayakan dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian. Hal ini sendiri merupakan empat pantangan dengan tidak boleh dilakukan di rangka menyambut tahun segar Saka sebagai pribadi ataupun manusia yang lebih jalan.